Jumat, 07 Januari 2011

Dampak Rotasi Bumi

Dalam peredarannya mengelilingi matahari, bumi berputar pada porosnya atau sumbunya. Perputaran bumi pada sumbunya disebut dengan rotasi bumi. Bumi nerotasi pada porosnya dari arah barat ke timur. Arahnya persisi sama dengan arah revolusi bumi mengelilingi matahari.
Kala rotasi bumi adalah 23 jam 56 menit 4 detik, selang waktu ini disebut satu hari. Sekali berotasi, bumi menempuh 3600 bujur selama 24 jam. Artinya 10 bujur menempuh 4 menit. Dengan demikian tempat tempat yang berbeda 10 bujur akan berbeda 4 menit. Rotasi bumi menimbulkan beberapa peristiwa yaitu :
1.       Pergantian siang dan malam
2.       Perbedaan waktu berbagai tempat di bumi
3.       Gerak semu harian bintang
4.       Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi

Pergantian Siang dan Malam
Permukaan bumi yang sedang menghadap matahari mengalami siang, sebaliknya permukaan bumi yang membelakangi matahari mengalami malam. Akibat rotasi bumi, permukaan bumi yang menghadap dan membelakangi matahari berganti secara bergantian. Ini adalah peristiwa siang dan malam. Karena periode peredaran semu harian matahari 24 jam, maka panjang siang dan malam rata-rata 12 jam. Panjang siang dan malan hari di khatulistiwa hamper sama sepanjang tahun, yaitu berlangsung 12 jam. Kadang-kadang ada perbedaan sedikit yaitu panjang siang tidak sama dengan panjang malam. Suatu waktu panjang siang lebih besar 12 jam dan ini berarti panjang malam hari kurang dari 12 jam. Perbedaan ini lebih besar untuk tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa (misalnya di daerah kutub).

Perbedaan Waktu Berbagai Tempat di Permukaan Bumi
Seluruh permukaan bumi dibagi menurut jarring-jaring derajad. Jaring-jaring derajat itu dinamakan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis yang sejajar dengan garis tengah khatulistiwa, sedang garis bujur adalah garis yang sejajar dengan garis kutub. Arah rotas bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ket timur. Itulah sebabnya matahari selalu terbit di timur dan terbenam di barat. Orang-orang yang berada di daerah timur akan mengamati matahari terbit dan terbenam lebih ceat dai ada daerah yang beradad di sebelah barat. Wilayah yang berada pada sudut 1500 lebih ke timur kana mengamati matahari terbit lebih cepat satu jam.
Namun ada waktu yang berlaku secara internasional yang disebut waktu GMT (Greenwich Mean Time) sebagai waktu pangkal yang berada pada garis bujur 0 derajat yang melalui kota Greenwich di London. Sebagai contoh Indonesia memiliki tiga bujur standar yaitu 1050, 1200, 1350 BT, dengan demikian waktu lokalnya berturut-turut adalah waktu Greenwich ditambah 7 jam, 8 jam, 9 jam. Jika letak bujur standarnya itu disebelah barat bujur nol, maka waktunya dikurangi dan jika letak bujur standar di sebelah timur bujur nol, maka aktunya ditambah.

Gerak Semu Harian Bintang
Bintang-bintang (termasuk matahari) yang tmpak bergerak sebenarnya tidak bergerak. Akibat rotasi bumi dari arah barat ke timur, bintang-bintang tersebut tampak bergerak dari timur ke barat. Rotasi bumi tidak data kita saksikan, yang dapat kita saksikan adalah peredaran matahari dan benda-benda langit melintas dari timur ke barat. Oleh karena itu kita selalu menyaksikan matahari terbit di sebelah itmur dan terbenam di sebelah barat. Pergerakan dari timur ke barat yang tampak pada matahari dan benda-benda langit ini dinamakan gerak semu harian bintang. Karena gerak semu ini dapat di amati setiap hari, maka disebut gerak semu harian.
Waktu yang diperlukan bintang untuk menempuh lintasan peredaran semunya adalah 23 jam 56 menit atau satu hari bintang. Perdaran semu harian matahari dan bulan tidak 23 jam 56 menit. Satu matahari tepat 24 jam sedang satu hari bulam lebih lambat lagi yaitu, 24 am 50 menit, hal ini disebabkan karena kedudukan bintang sejati di langit selalu tetap. Matahari memiliki periode semu harian yang berbeda akibat revolusi sedangkan bulan sebagai satelit bumi memiliki peredaran bulanan mengitari bumi.

Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi
Rotasi bumi juga menyebabkan penggembungan di khatulistiwa dan pemampatan di kedua kutub bumi. Selama bumi mengalami pembekuan dari gas menjadi cair kemudian menjadi padat, bumi berotasi terus pada porosnya. Ini menyebabkan menggembung di khatulistiwa dan pemampatan di kedua kutub bumi sehingga seperti keadaannya sekarang. Karena percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jari-jari, maka percepatan gravitasi tempat-tempat di kutub lebih besar daripada sekitar khatulistiwa.

Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar